Minggu, 20 Maret 2011

Menjadi Diri Sendiri


Bagaimana caranya agar kita bisa mudah bergaul tetapi tetap menjadi diri kita sendiri? (085221199xxx)
Jawaban:
Bismillah,
Temen BARU yang kami banggakan, mukmin yang baik adalah yang bisa bergaul dan sabar terhadap gangguan-gangguan dalam pergaulan. Sementara itu, Islam menganjurkan memilih teman bergaul yang salah satu di antara kriterianya adalah mampu memberi pengaruh baik. Kalau pun sudah berusaha hati-hati dalam memilih teman, tetap kita harus punya benteng pertahanan karena tidak selamanya teman itu konsisten dan kita pun tidak selamanya ada dalam kondisi yang kondusif dalam bergaul.
Sering-seringlah mendengar nasehat atau kajian, bergabunglah dengan kelompok pengajian.
Dawam (rutin) membaca Quran. Ini penting untuk membersihkan hati.
Khusyu dalam shalat mesti diusahakan secara optimal.
Tinggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat terutama yang membuat terlena.
Bila point-point itu dengan sunguh-sungguh dilaksanakan, insya Allah kita akan punya alarm untuk tidak mudah terpengaruh oleh keburukan dari pergaulan alias istiqamah.
Selamat mencoba dan berkonsisten. Raih surga sebisamu!

Waktu Adalah...


Bayangkan ada sebuah bank yang memberimu pinjaman uang sejumlah Rp. 86.400,- setiap paginya.Semua uang itu harus kau gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak kau gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang akan kau lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.
Setiap dari kita memiliki bank semacam itu; bernama WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberimu 86.400 detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak kau gunakan untuk tujuan baik, karena ia tidak memberikan sisa waktunya padamu. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untukmu. Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika kau tidak menggunakannya maka kerugian akan meninpamu.Kamu tidak bisa menariknya kembali. Juga, kamu tidak bisa meminta "uangmuka" untuk keesokan hari. Kamu harus hidup di dalam simpanan hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesanmu.

Zona Mujahadah Eksklusif


Ada tiga hal yang sering menghalangi laju mujahadah ilannajah  alias struggle to success alias perjuangan menuju suksesnya seseorang. Tiga hal itu adalah menyesali masa lalu, mencemaskan masa depan dan kurang bersyukur dalam menjalani hari ini.

Tentang Masa Lalu
Masa lalu dalam bahasa Arab diibaratkan dengan kata madhi yang makna lainnya adalah “pedang yang tajam”. Muwafaqah (persesuaian) antara kedua makna dari kata ini dapat kita pahami bahwa masa lalu adalah masa yang telah selesai dilalui, sedangkan pedang salah satu fungsinya adalah memisahkan sesuatu yang satu dengan yang lainnya, atau memisahkan sebagian dari kesatuannya menjadi bagian tertentu, seperti memisahkan kepala dari tubuhnya alias memenggal. Mafhum-nya, kita tidak akan pernah bertemu lagi dengan masa yang telah dilalui, karena takdir kita saat ini dengan masa  lalu telah terpisah jauh. Hari ini, ya... hari ini!
Masa lalu atau sejarah hidup sering memicu reaksi. Kadang memicu kebaikan dan kadang pula memicu keburukan. Pengalaman hidup yang baik, (seperti prestasi, keuntungan atau apresiasi dan lain sebagainya) akan memberi motivasi bagi seseorang untuk mengulanginya kembali, sedangkan pengalaman buruk -jika terus menerus dipikirkan- akan menimbulkan traumatik dalam diri dengan tingkatan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Lalu bagaimana menyikapi masa lalu tersebut? Seperti dalam peribahasa, the experience is the best teacher, maka otomatis masa lalu mesti disikapi dengan baik dan dipelajari dengan proporsional. Tidak berbangga hati dengan pengalaman yang baik dan tidak kecewa dengan pengalaman yang buruk. Kenapa? Ya.. kita kan berada di zona saat ini (sekarang), bukan berada di zona saat itu (masa lalu). Jadi saat inilah yang menentukan status kita.
Jangan biarkan masa lalu berlalu tanpa makna dan pelajaran yang berharga. Jika dahulu antum pernah mendapatkan prestasi yang baik, maka pelajari bagaimana antum mendapatkannya saat itu, lalu aplikasikan cara-cara itu di tempat antum berada saat ini agar prestasi itu bisa diraih kembali. Jika antum pernah remedial pada salah satu mata kuliah, maka ingat baik-baik bagaimana sikap belajar antum pada mata kuliah tersebut saat itu. So... change your self right now...!  ubahlah dirimu sekarang juga...! Mengubah sikap, dengan tidak mengulangi apa yang pernah antum lakukan atau tidak antum lakukan saat itu agar mendapatkan nilai yang lebih baik saat ini.

Tentang Masa Depan
Setiap orang mempunyai visi dan misi dalam hidupnya. Setiap insan mempunyai obsesi dan cita cita di masa depannya. Dan pada akhirnya semua “ngotot” bekerja keras dan berupaya untuk meraih citanya tersebut.
Dalam mengukir masa depan ini kita perlu tenaga tenaga yang mampu mendorong untuk menyampaikan pada target yang telah direncanakan.
Lalu bagaimana kita mengukir masa depan yang gemilang...? Teman, banyak orang yang cemas dengan masa depan hidupnya, jadi apa nantinya... Sementara kita tidak punya apa apa untuk mendorong diri kita mencapai masa depan tersebut...
Jangan khawatir..... tak perlu mencemaskan terhadap sesuatu yang belum antum alami... untuk antisipasi, mari kita sharing tentang masalah ini. Tapi sebelumnya mari kita masuk ke zona saat ini, bukan kemarin bukan pula nanti, tapi... sekarang...! masa depan yang antum harapkan itu ukurannya hari ini. Jadi sukses itu dilihat bagaimana kondisi kita saat ini.

Mensyukuri Saat Ini
Rumus pokoknya, kita mesti bersyukur atas detik yang saat ini dialami. Lalu, masuki Zona Mujahadah Eksklusif (ZME). Setelah itu, dapatkanlah kemenangan di sela-sela mujahadah sebelum menemui target yang ditetapkan. It’s enough! Segitu aja? Yang benar aja, kawan? Simpel banget…! Begitulah jalan menuju kebahagiaan, very-very simplicity. Tetapi kebanyakan orang (semoga antum dan ana tidak termasuk, ya…) mempersulit diri dalam menjemputnya.
Mari kita fokus… Pertama, syukur. Esensi syukur yang paling penting adalah optimalisasi potensi yang dimiliki. Maka, temukanlah apa potensi yang dimiliki. Luangkan waktu sejenak untuk menemukannya. Dan, segera syukuri jika sudah ditemukan.
Nilai syukur yang cukup penting menurut Arvan Pradiansyah dalam bukunya The 7 Laws of Happiness adalah merasakan setiap moment yang saat ini tengah kita jalani. Ketika antum sedang minum, rasakanlah setiap tetes air yang membasahi tenggorokanmu. Ketika antum sedang beramal, nikmatilah setiap gerakan amal yang dilakukan. Itulah esensi syukur. Mengoptimalkan upaya saat ini pula.
Dikaji secara global, Zona Mujahadah Eksklusif atau ZME merupakan ruang perjuangan yang berbeda. Kata ruang digunakan sebagai representasi (perwakilan) dari segala fasilitas fisik, mujahadah berarti perjuangan dan eksklusif berarti berbeda karena kualitas aktivitasnya tinggi. Arti lugasnya, setelah bersyukur atas segala nikmat, bekerjalah dengan sungguh-sungguh menjemput target yang dikejar. Allah swt. berfirman, “Katakanlah: "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku pun bekerja” (Q.S. Az-Zumar [39]: 39). Jadi, ZME adalah zona perjuangan menjemput masa depan dengan kualitas terbaik. Kualitas ibadah, kualitas sedekah, kualitas shalat, kualitas ucapan, kualitas kerja, kualitas relationship, kualitas doa, dll..
Terakhir, ada dua konsep menuju kesuksesan, yaitu bahagia dulu baru sukses dan sukses dulu baru bahagia. Bedanya, bahagia dulu baru sukses berarti merasa bahagia saat sedang berproses menjemput sukses (qana’ah) sehingga setiap detik setiap waktu di hatinya penuh dengan happiness walaupun secara materi duniawi serba kurang. Sukses dulu baru bahagia berarti setelah mendapatkan sukses baru akan bahagia. Proses membuatnya tidak bahagia, berkeluh kesah, sumpek dada. Nah, ada di mana kita, kawan? Semoga ada di konsep yang pertama. Bahagiakan diri dalam proses menuju sukses. Sukses dunia sukses akhirat (SDSA).
Temen BARU, afwan ya, ana bukan hendak menggurui, karena ana pun masih perlu ilmu dan motivasi menjalani hidup ini. Ana mah share aja sama antum. Kalau-kalau ada yang salah tolong diingatkan, ya. Mari kita sama-sama berdoa, semoga Allah mengantarkan kita ke tempat terbaik menurut ilmu-Nya bukan menurut ilmu kita. Semoga kita menjadi manusia pilihan Allah yang ditempatkan dalam surga dunia-akhirat.

Profil BARU


SEJARAH SINGKAT
BARU, Bacaan Religius Untukmu, merupakan salah satu divisi dari Forum Komunikasi Remaja Muslim (FKRM) Tasikmalaya yang eksis dalam dakwah di Radio Martha 101,3 FM Kota Tasikmalaya, sejak tahun 1993.

Bulletin BARU diproklamirkan pada tahun 2007. Divisi BARU bergerak dalam dakwah via tulisan. Ini sebagai pengimbang dakwah FKRM yang selama 14 tahun silam dakwah lewat udara.

Selama lima tahun ini BARU sudah dipimpin oleh tiga “nahkoda kapal”. Tahun pertama sampai tahun ketiga BARU dinahkodai oleh Yuyun Nurbayan salah satu pendiri FKRM. Tahun keempat, BARU dipimpin oleh Deni Rahman. Dan, tahun kelima ini BARU dinahkodai oleh Yusuf Awaludin.

Selain program penerbitan bulletin dakwah, BARU juga menyelenggarakan beberapa kegiatan offair. Di antaranya adalah Ta’lim temen BARU (sebutan untuk pelanggan BARU), training motivasi, diskusi kelompok, dll..

RUBRIK
Muqadimah                  : sapa dari redaksi sebagai pengantar sebelum lebih jauh menyelami isi atau materi
Maidah Ula                  : sajian utama dari tema yang ditentukan redaksi
Pena BARU                : tulisan semacam maqalah khusus dari kru BARU sebagai fasilitas belajar menulis
Inspirasi                       : diambil dari ayat Quran, hadits Rasulullah atau qaul para ulama
Istinshah                      : semacam konsultasi yang diasuh oleh Yuyun Yulipah Amin, salah satu pengisi
                                     siaran dakwah FKRM di Radio Martha 101,3 FM

KEPEMIMPINAN
Tahun 1-3
Pimpinan Redaksi      : Yuyun Nurbayan
Dewan Redaksi         : Bayani, M.Latif, Alit Rosyad Nurdin
Keuangan                 : Yuyun Yulipah Amin
Distributor                 : Yopan Fauzi
Lay Out                    : Zaenal Muttaqin

Tahun 4
Pimpinan Redaksi     : Deni Rahman
Dewan Redaksi         : Bayani, M.Latif, Alit Rosyad Nurdin
Keuangan                 : Shofi Rahmani, Mia
Distributor                : Hani, Firdiana
Lay out                     : Wanda, Hafsoh

Tahun 5
Pemimpin Redaksi        : Yusuf Awaludin
Wakil                           : Taufik Nuryadin
Sekretaris                     : Lia Fauziyah
Bendahara                   : Silviana Nurjannah, Trisna Sugiarty
Redaktur                      : M. Arif Gunawan, N. Nurul Hikmah, Iim Amni Basyah
Konsultan Ahli              : Yuyun Yulipah Amin
Marketing & Iklan        : Ai Kurnia, Ela Nurlaelawati
Distribusi & Sirkulasi    : Zaki, Riefky, Yadi, Novi, Hilyati
Layout                         : Abdan Syakuro SH

Alamat redaksi      : Jl. Jiwa Besar No. 7B Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya 46125
E-mail                   : redaksi_baru07@yahoo.com
Blog                      : www.bulletinbaru.blogspot.com
Rekening               : Bank Muamalat 151.02912.22 a.n. Ikmal Isbahizzaman